Efektivitas Tumpang Sari Tanaman Kopi Di Kebun Karet Dengan Metode Sambung Pucuk
DOI:
https://doi.org/10.30599/twcqz195Keywords:
Tumpang sari, kopi, karet, sambung pucuk, produktivitas, ekonomiAbstract
Sistem tumpang sari merupakan salah satu pendekatan pertanian berkelanjutan yang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem tumpang sari tanaman kopi (Coffea canephora) di kebun karet (Hevea brasiliensis) dengan menggunakan metode sambung pucuk. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan meliputi karet monokultur (K0), tumpang sari kopi-karet dengan sambung pucuk metode celah (K1), tumpang sari kopi-karet dengan sambung pucuk metode sadel (K2), dan tumpang sari kopi-karet dengan sambung pucuk metode mata tempel (K3). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan tanaman, produktivitas, analisis ekonomi, dan kualitas lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tumpang sari kopi-karet dengan metode sambung pucuk memberikan efektivitas yang signifikan terhadap peningkatan produktivitas lahan. Perlakuan K2 (sambung pucuk metode sadel) memberikan hasil terbaik dengan tingkat keberhasilan sambungan 87,5%, produktivitas kopi 1.850 kg/ha/tahun, dan produktivitas karet 1.250 kg/ha/tahun. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa sistem tumpang sari memberikan Net Present Value (NPV) sebesar Rp 125.650.000 dengan Benefit Cost Ratio (BCR) 2,34, lebih tinggi dibandingkan sistem monokultur. Sistem ini juga memberikan manfaat ekologi berupa peningkatan keanekaragaman hayati dan perbaikan struktur tanah.
References
Bote, A. D., & Struik, P. C. (2011). Effects of shade on growth, production and quality of coffee (Coffea arabica) in Ethiopia. Journal of Horticulture and Forestry, 3(11), 336-341.
Hairiah, K., Dewi, S., Agus, F., Velarde, S., Ekadinata, A., Rahayu, S., & van Noordwijk, M. (2011). Measuring carbon stocks across land use systems: A manual. World Agroforestry Centre (ICRAF), SEA Regional Office.
Jose, S. (2009). Agroforestry for ecosystem services and environmental benefits: an overview. Agroforestry Systems, 76(1), 1-10.
Khasanah, N., van Noordwijk, M., Ningsih, H., & Rahayu, S. (2015). Carbon neutral? No change in mineral soil carbon stock under oil palm plantations derived from forest or non-forest in Indonesia. Agriculture, Ecosystems & Environment, 211, 195-206.
Lakitan, B. (2013). Dasar-dasar fisiologi tumbuhan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Nair, P. R. (1993). An introduction to agroforestry. Dordrecht: Kluwer Academic Publishers.
Prawoto, A. A. (2008). Teknologi budidaya karet unggul. In Monograf Balai Penelitian Sembawa. Palembang: Pusat Penelitian Karet.
Rahardjo, P. (2012). Panduan budidaya dan pengolahan kopi arabika dan robusta. Jakarta: Penebar Swadaya.
Siagian, N., & Nancy, C. (2007). Kajian sistem tumpangsari karet-kopi untuk meningkatkan pendapatan petani. Warta Pusat Penelitian Karet, 26(1), 35-42.
Supriadi, H., & Pranowo, D. (2015). Prospek pengembangan agroforestri berbasis kopi di Indonesia. Perspektif, 14(2), 135-150.
Suryani, E. (2012). Peningkatan produktivitas tanah melalui sistem agroforestri. Jurnal Sumberdaya Lahan, 6(2), 101-110.
van Noordwijk, M., Bizard, V., Wangpakapattanawong, P., Tata, H. L., Villamor, G. B., & Leimona, B. (2014). Tree cover transitions and food security in Southeast Asia. Global Food Security, 3(3-4), 200-208.
Wibawa, A., Hendratno, S., & Joshi, L. (2005). Sistem agroforestri karet: kontribusinya bagi ekonomi dan lingkungan. World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia, Brief No. 7.
Wijaya, T., Budi, S. W., & Pamoengkas, P. (2017). Pertumbuhan bibit kopi liberika (Coffea liberica) hasil sambung pucuk dengan berbagai jenis batang bawah. Jurnal Silvikultur Tropika, 8(3), 189-195.
Wintgens, J. N. (2004). Coffee: growing, processing, sustainable production. Weinheim: Wiley-VCH.
Young, A. (1997). Agroforestry for soil management. 2nd edition. Wallingford: CAB International.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Pilipus Erdi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




