Perbandingan Pertumbuhan Tanaman Terong (Solanum melongena L.) pada Sistem Pertanian Organik dan Konvensional

Authors

  • Arjun Naja Universitas Nurul Huda
  • Wening Tyas Universitas Nurul Huda
  • Arini Rosa Sinensis Universitas Nurul Huda
  • Mufti Ali Universitas Nurul Huda

DOI:

https://doi.org/10.30599/6h2p2642

Keywords:

Ketahanan Pangan, lingkungan berkelanjutan, pertanian organik, pertanian konvensional, terong

Abstract

Penelitian ini menganalisis pertumbuhan tanaman terong (Solanum melongena) menggunakan metode pertanian organik dan konvensional selama satu bulan. Masalah yang diidentifikasi adalah perlunya pendekatan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk mengatasi degradasi lahan, pencemaran lingkungan, dan penurunan kualitas kesehatan masyarakat akibat praktik pertanian konvensional.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pertumbuhan tanaman terong dengan kedua metode tersebut. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan polybag di ruang terbuka, dilaksanakan pada tanggal 5 Mei hingga 5 Juni 2025 di Desa Kerujon, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.Media tanam yang digunakan adalah tanah kompos dan arang sekam. Untuk budidaya organik, digunakan POC atau fotosintesis bakteri, sedangkan untuk konvensional digunakan pupuk NPK Mutiara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC fotosintesis bakteri belum memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman terong pada umur 1 bulan setelah tanam karena tanaman lebih memfokuskan unsur N untuk pertumbuhan pucuk dibandingkan pertumbuhan akar. Pada minggu ke-2, tinggi rata-rata tanaman terong organik mencapai 12,4 cm, dan pada minggu ke-3 meningkat menjadi 17,2 cm, lalu pada minggu ke-4 mencapai 18,4 cm.Sementara itu, pemberian pupuk NPK Mutiara pada pertanian konvensional berpengaruh pada tinggi tanaman umur 3 minggu setelah tanam, dengan tinggi rata-rata mencapai 18,8 cm, dan pada minggu ke-4 mencapai 20,5 cm.Ini menunjukkan bahwa pupuk NPK Mutiara bagus untuk pertumbuhan vegetatif tanaman.  

References

Asnawi, B., Nafery, R., & Sari, A. P. (2018). Respon tanaman terong ungu (Solanum melongena L.) akibat pemberian pupuk organik cair MOL daun gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth ex Walp.) terhadap pertumbuhan dan hasil. Jurnal TriAgro, 3(1).

Habibi, I., & Elfarisna, E. (2017). Efisiensi pemberian pupuk organik cair untuk mengurangi penggunaan NPK terhadap tanaman cabai merah besar. Prosiding Seminar Nasional 2017 (SEMNASTAN), Universitas Muhammadiyah Jakarta

Hendri, M., Napitupulu, M., & Sujalu, A. P. (2015). Pengaruh pupuk kandang sapi dan pupuk NPK Mutiara terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu (Solanum melongena L.). Jurnal AGRIFOR, 14(2).

Herawati, N. K., Hendrani, J., & Nugraheni, S. (2014). Viabilitas pertanian organik dibandingkan dengan pertanian konvensional. Jurnal Sosial, 2.

Imani, F., Charina, A., Karyani, T., & Mukti, G. W. (2018). Penerapan Sistem Pertanian Organik Di Kelompok Tani Mekar Tani Jaya Desa Cibodas Kabupaten Bandung Barat Application Of Organic Farming System In Mekar Tani Jaya Farmer Group Cibodas Village Bandung Barat Regency (Vol. 4, Issue 2).

mani, F., Charina, A., Karyani, T., & Mukti, G. W. (2018). Penerapan sistem pertanian organik di kelompok tani Mekar Tani Jaya Desa Cibodas Kabupaten Bandung Barat. Mimbar Agribisnis, 4(2).

Rachma, N. A., & Umam, A. S. (2021). Pertanian organik sebagai solusi pertanian berkelanjutan di era new normal. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 1(4), 328.

Aso, J. F. (2022). Pengaruh pemberian pupuk organik cair King Bio terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong (Solanum melongena L.) (Skripsi). Universitas Sintuwu Maroso.

Septiadi, D., & Mundiyah, A. I. (2020). Strategi pengembangan usaha tani sayuran berbasis pertanian organik. Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh (Agrifo), 5(1).

Siregar Rahmadsah Arief Muhammad. (2021). Peran Pertanian Organik dalam Mewujudkan Keberlanjutan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat.

Yulianti, E., & Farida, S. N. (2023). Perbandingan Produktivitas Dan Kualitas Pertanian Sawi Pagoda Antara Metode Konvensional Dan Metode Digitalisasi Dengan Mesin Otomasi Hydroponik Dan Greenhouse. Jurnal Kajian Dan Penelitian Umum, 1(2).

Downloads

Published

2026-06-18

Issue

Section

Articles

How to Cite

Perbandingan Pertumbuhan Tanaman Terong (Solanum melongena L.) pada Sistem Pertanian Organik dan Konvensional. (2026). SIMBIOSIS: Jurnal Sains Pertanian, 3(1), 138-146. https://doi.org/10.30599/6h2p2642
  Abstract Views: 71 |   File Views: 6

Similar Articles

1-10 of 19

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>