Perbandingan RoBERTa dan Lexicon-Based untuk Pseudo-Labeling Sentimen Komentar YouTube dengan Machine Learning
DOI:
https://doi.org/10.30599/a1grn338Abstract
Penelitian ini bertujuan membandingkan pendekatan RoBERTa dan Lexicon-Based dalam menghasilkan pseudo-label sentimen komentar YouTube serta mengevaluasi kinerja algoritma machine learning dalam mengklasifikasikan label yang dihasilkan. Data penelitian berasal dari komentar pada video “Presiden Prabowo Menjawab (PART 2): Efisiensi, Pertaruhan MBG & Reformasi Kepolisian” dari Mata Najwa. Setelah proses penyaringan dan preprocessing, diperoleh 2.850 komentar yang dianalisis. Penelitian menerapkan dua jalur preprocessing, yaitu pemrosesan minimal pada RoBERTa untuk mempertahankan konteks kalimat serta pemrosesan tambahan pada Lexicon-Based melalui tokenisasi dan penghapusan stopword. Label sentimen yang dihasilkan oleh kedua pendekatan digunakan untuk melatih dan mengevaluasi algoritma Support Vector Machine (SVM), Naïve Bayes, dan Neural Network menggunakan fitur Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada dataset berlabel RoBERTa, Neural Network memperoleh nilai accuracy sebesar 0,7333 dan F1-score sebesar 0,6024. Sementara itu, pada dataset berlabel Lexicon-Based, SVM menghasilkan accuracy sebesar 0,6439 dan F1-score sebesar 0,6323. Dengan demikian, Neural Network menghasilkan accuracy tertinggi pada dataset berlabel RoBERTa, sedangkan SVM menghasilkan F1-score tertinggi pada dataset berlabel Lexicon-Based. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan adanya variasi kinerja klasifikasi pada kedua skema pelabelan otomatis. Namun, karena evaluasi didasarkan pada label hasil pseudo-labeling, nilai metrik tersebut menggambarkan kemampuan model dalam mereplikasi label otomatis dan belum secara langsung membuktikan ketepatan klasifikasi terhadap sentimen sebenarnya. Validasi menggunakan anotasi manusia diperlukan untuk menilai kualitas label dan memperkuat kesimpulan penelitian.
References
[1] Santoso, B. A., Nugroho, B. I., & Asyfiya, D. U. (2025). Perbandingan algoritma Naïve Bayes, Support Vector Machine, dan Random Forest untuk analisis sentimen komentar politik YouTube. TIN: Terapan Informatika Nusantara, 6(4), 391–400. https://ejurnal.seminar-id.com/index.php/tin/article/view/8326
[2] Sihombing, K. E., & Pakereng, M. A. I. (2025). Analisis sentimen komentar YouTube terhadap wawancara Presiden Prabowo menggunakan machine learning dan Orange Data Mining. STORAGE: Jurnal Ilmiah Teknik dan Ilmu Komputer, 4(4), 327–336. https://doi.org/10.55123/storage.v4i4.6478
[3] Najiyah, I., & Rizal, M. (2025). Analisis sentimen media sosial X terhadap kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Jurnal FASILKOM, 15(3), 443–455. https://doi.org/10.37859/jf.v15i3.10385
[4] Rizkia, A. S., Wufron, & Roji, F. F. (2025). Analisis sentimen Coretax: Perbandingan pelabelan data manual, transformers-based, dan lexicon-based pada performa IndoBERT. MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science, 5(3), 1037–1048. https://doi.org/10.57152/malcom.v5i3.2151
[5] Putri, N. A. R., & Ardiansyah. (2023). Analisis sentimen terhadap kemajuan kecerdasan buatan di Indonesia menggunakan BERT dan RoBERTa. Jurnal Sains dan Informatika, 9(2), 137–146.
[6] Rusmanto, A., Ardiansyah, M. A., Hizbulloh, D. C., & Rosyani, P. (2026). Sentiment analysis tweet Covid-19 menggunakan RoBERTa. JRIIN: Jurnal Riset Informatika dan Inovasi, 3(8), 2270–2275. https://jurnalmahasiswa.com/index.php/jriin/article/view/3295
[7] Aripiyanto, S., Tukino, Sufyan, A., & Nandaputra, R. (2022). Sentimen analisis Twitter Ibu Kota Negara Nusantara menggunakan Long Short-Term Memory dan lexicon-based. EXPERT: Jurnal Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi, 12(2), 119–125. https://doi.org/10.36448/expert.v12i2.2821
[8] Rustanto, I., & Rakhmawati, N. A. (2020). Media sentiment analysis of East Java Province: Lexicon-based vs machine learning SVM. IPTEK Journal of Proceedings Series, 6, 203–208.
[9] Subagio, A. W., Sari, A. P., & Sihananto, A. N. (2024). Klasifikasi lexicon-based sentiment analysis tragedi Kanjuruhan pada Twitter menggunakan algoritma Convolutional Neural Network. Jurnal Ilmiah Sistem Informasi dan Ilmu Komputer, 4(1), 166–177. https://doi.org/10.55606/juisik.v4i1.759
[10] Hanif, K. H., Muntiari, N. R., Harto, D., & Wiranata, D. S. (2026). Perbandingan analisis sentimen komentar mahasiswa Prodi Teknik Komputer menggunakan algoritma Decision Tree, Support Vector Machine (SVM), dan Random Forest. INSECT (Informatics and Security): Jurnal Teknik Informatika, 12(1), 24–33. https://doi.org/10.33506/insect.v12i01.5144
[11] Nurmadewi, D., Jailani, Z. F., Rafi, H., Anggoro, D. A., & Setiowati, D. (2026). Perbandingan Support Vector Machine dan Naïve Bayes untuk klasifikasi sentimen ulasan e-commerce. MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science, 6(2), 923–933. https://journal.irpi.or.id/index.php/malcom/article/view/2648
[12] Singgalen, Y. A. (2023). Analisis sentimen wisatawan terhadap kualitas layanan hotel dan resort di Lombok menggunakan SERVQUAL dan CRISP-DM. Building of Informatics, Technology and Science (BITS), 4(4), 1870–1882. https://doi.org/10.47065/bits.v4i4.3199
[13] Santosa, B., Magda, K., Budiman, E., & Suryono, R. R. (2026). Analisis komparatif sentimen publik terhadap liputan media terkait aksi Menteri Keuangan menggunakan algoritma SVM dan RoBERTa. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 5(2), 2318–2326. https://doi.org/10.55681/sentri.v5i2.5858
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Valentino Juanito, Manuele Jocelyn Blasius, Hafiz Irsyad, Abdul Rahman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




