Implikasi Kurikulum Merdeka Terhadap Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar Sekecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang

Authors

  • Serly Aprianti Institut Agama Islam Negeri Curup
  • Muhammad Istan Institut Agama Islam Negeri Curup
  • Eka Apriani Institut Agama Islam Negeri Curup

DOI:

https://doi.org/10.30599/a6x52e87

Keywords:

Kurikulum Merdeka, Metode Campuran, Pendidikan Karakter, Projek Penguatan Profil Pancasila (P5)

Abstract

Penelitian ini mengkaji implikasi implementasi Kurikulum Merdeka terhadap pendidikan karakter siswa Sekolah Dasar. Metode campuran dengan desain sequential explanatory diterapkan terhadap 112 responden (100 siswa, 12 guru) di 21 SD Negeri Kecamatan Muara Pinang. Hasil menunjukkan implementasi kurikulum secara umum dalam kategori cukup baik, dengan aspek proyek P5 tertinggi dan penilaian autentik terendah. Profil karakter siswa secara umum baik, didominasi nilai religius namun dengan kemandirian terendah. Analisis regresi membuktikan pengaruh positif dan signifikan implementasi kurikulum terhadap karakter siswa (β=0,562; p<0,01) dengan kontribusi 31,6%. Temuan kualitatif mengungkap kesenjangan antara pelaksanaan P5 dan penilaian, ketimpangan fasilitas, serta kapasitas guru yang belum sepenuhnya transformatif meski pelatihan meningkatkan persepsi kompetensi. Disimpulkan bahwa implikasi kurikulum bersifat positif namun terkondisi, sangat bergantung pada kapasitas guru dalam penilaian autentik, ketersediaan sistem penilaian yang bermakna, dan dukungan sumber daya sekolah yang memadai. Rekomendasi difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian praktis, pendampingan guru berbasis komunitas praktik, dan kebijakan afirmatif untuk pemerataan fasilitas.

References

Aliyah, A., Sari, D. P., & Warlizasusi, J. (2024). Analisis Permasalahan dan Kebutuhan Pelatihan Guru dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar (Studi Pada Guru PAI SDIT Annajiyah Lubuklinggau). Pascasarjana IAIN Curup.

Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2004). Based character education. The Annals of the American Academy of Political and Social Science, 591(1), 72–85.

Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard university press.

Creswell, J. W., & Clark, V. L. P. (2017). Designing and conducting mixed methods research. Sage publications.

Darling-Hammond, L., & Snyder, J. (2000). Authentic assessment of teaching in context. Teaching and Teacher Education, 16(5–6), 523–545.

Desimone, L. M. (2009). Improving impact studies of teachers’ professional development: Toward better conceptualizations and measures. Educational Researcher, 38(3), 181–199.

Fauzi, A. (2022). Implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak. Jurnal Pahlawan| Vol, 18(2), 20–30.

Fetters, M. D., Curry, L. A., & Creswell, J. W. (2013). Achieving integration in mixed methods designs—principles and practices. Health Services Research, 48(6pt2), 2134–2156.

Kemendikbudristek, B., Adiprima, P., Sekar, W. K., & Harjatanaya, T. Y. (2022). Panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Jakarta.

Kolb, D. A. (2014). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. FT press.

Lickona, T. (1992). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam.

Lieberman, A., Miller, L., Wiedrick, J., & von Frank, V. (2011). Learning communities: The starting point for professional learning is in schools and classrooms. The Learning Professional, 32(4), 16.

Mauluda, S., Nuralmira, S., Robiah, S., & Iskandar, S. (2025). Analisis Inovasi Kurikulum Merdeka Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Sekolah Dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 224–238.

Mezirow, J. (1991). Transformative dimensions of adult learning. ERIC.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. (No Title).

Mulyasa, H. E. (2021). Menjadi guru penggerak merdeka belajar. Bumi Aksara.

Rosidah, C. T. (2021). Analisis kesiapan guru mengimplementasikan asesmen autentik dalam kurikulum merdeka belajar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(01), 87–103.

Safitri, S. (2025). Penerapan Experiential Learning dalam Pengembangan Kompetensi Sosial Emosional Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Tuntas, 3(1).

Sahlberg, P. (2021). Finnish lessons 3.0: What can the world learn from educational change in Finland? Teachers College Press.

Septiany, S., Darmayanti, M., & Hendriani, A. (2024). Pengembangan proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai upaya penguatan karakter siswa sekolah dasar: Implementasi dan tantangan. Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD), 12(2), 170–189.

Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory into Practice, 41(2), 64–70.

Downloads

Published

2026-02-01

How to Cite

Implikasi Kurikulum Merdeka Terhadap Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar Sekecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang. (2026). Al-I’tibar : Jurnal Pendidikan Islam, 13(1), 17-24. https://doi.org/10.30599/a6x52e87
  Abstract Views: 202 |   File Views: 140