Dukun di Tengah Umat: Studi Tentang Pandangan Masyarakat Simeulue Timur, Simeulue, Aceh

Authors

  • Mustika Mustika Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Simeulue Aceh

DOI:

https://doi.org/10.30599/32tr0c82

Keywords:

Perdukunan, Islam, Simeulue Timur, Budaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persistensi praktik perdukunan serta memahami persepsi masyarakat Muslim di Kecamatan Simeulue Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan kunci yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku perdukunan, dan warga setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perdukunan berakar pada tradisi pra-Islam seperti animisme dan dinamisme, dan dipertahankan melalui sistem pewarisan ilmu dalam penyembuhan tradisional. Perdukunan memiliki peran multidimensi, dari penyembuhan alternatif hingga penanganan masalah nonmedis, dan diminati oleh berbagai kalangan. Persepsi masyarakat bersifat kompromistis; meskipun sebagian menyadari ketidaksesuaian dengan syariat Islam, mayoritas tetap menerima praktik ini karena kebutuhan praktis dan pemahaman agama yang terbatas. Tokoh agama bersikap hati-hati dalam menyikapi fenomena ini untuk menghindari konflik sosial. Faktor-faktor utama yang memperkuat eksistensi perdukunan meliputi kuatnya budaya pra-Islam, rendahnya literasi agama, dan terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan yang efektif.

References

Andini, M. (2023). Dakwah Tauhid Syaikh Abdurrahman Siddik terhadap Perdukunan di Bangka. Hikmah, 17(2), 219–238.

Anim, S. (2022). Ruqiyah dalam Perspektif Fiqh Islam. Al-Risalah: Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam, 13(1), 34–49.

Bahri, S. (2024). Dukun dalam Perspektif Ath-Thabari dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 102 dan Implikasinya Terhadap Kepercayaan Masyarakat Desa Sirandorung. Al-I’jaz: Jurnal Kewahyuan Islam, 10(1).

Dzulnasri, M. A., Mansyur, M., Mathius, D., & Assegaf, S. Z. G. (2023). Laporan Kasus: Pemeriksaan Forensik Pada Kasus Asusila berupa Pemerkosaan Berkedok Pengobatan Spiritual. Armada: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 1(10), 1217–1224.

Fitriani, N. (2020). Relasi pengetahuan dan kekuasaan dukun dalam pengobatan tradisional. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 5(1), 27–35.

Hadiri, H. (2025). Kepercayaan Warga Lembung Gunung Kokop Bangkalan Madura Terhadap Praktik Perdukunan Dalam Perspektif Alfred Schutz.

Huda, M. D. (2015). Peran dukun terhadap perkembangan peradaban budaya masyarakat Jawa. Jurnal Ikadbudi, 4(10).

Irawan, N., & Rochmiatun, E. (2022). Relasi Dukun Dalam Pemilihan Kepala Desa (Studi Kasus Pemilihan Kepala Desa Sawah Pada Tahun 2017). Ampera: A Research Journal on Politics and Islamic Civilization, 3(03), 202–213.

Jannah, N. I. A., & Zurinani, S. (2017). Pewarisan ilmu dukun dalam sistem penyembuhan tradisional. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 30(1), 48–58.

Mustika. (2021). Perdukunan: Studi Terhadap Pemahaman Masyarakat Islam Simeulue Timur. Tesis Magister. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Ramadan, S., Amallia, R., Nuri, P., & Akbar, A. (2024). Praktek Dukun Pengganda Uang Berakibat Pidana. Jurnal Penelitian Serambi Hukum, 17(01), 96–102.

Saragih, E., & Timo, E. I. N. (2020). Kajian Teologis Mengenai Praktik Okultisme Dan Pelayanan Pelepasan Bagi Mahasiswa. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(1), 47–63.

Sianipar, T., Prakosajaya, A. A., & Widiyastuti, A. N. (2020). Praktik Perdukunan Menurut Tiga Prasasti Peninggalan Kedatu Sriwijaya Abad ke 6-7 Masehi. Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 6(2).

Silalahi, D. C. (2021). Karismatik Bercampur Dengan Perdukunan. PBMR ANDI.

Simatupang, R. Y. O. J. R. (2017). Upaya Preventif Oleh Aparatur Gampong terhadap Praktik Perdukunan Ilegal (Studi Kasus terhadap Praktik Perdukunan Ilegal di Gampong Bintang Berangun Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah). UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Sinaga, A. E. A., & Asriwandari, H. (2025). Kepercayaan Masyarakat Kota Jakarta Pada Praktik Perdukunan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(6. A), 22–34.

Siregar, A., & Junaidi, J. (2024). Pandangan Masyarakat Terhadap Dukun Sebagai Pengobatan Kesehatan Dalam Perspektif Aqidah Islam Studi Kasus Pada Kabupaten Tapanuli Selatan. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 7(2), 143–154.

Sitompul, B. M. (2024). Membersihkan Okultisme Perdukunan di Tengah Penggembalaan Jemaat (Sebuah Kajian Teologis Pragmatis). Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Humaniora, 4(1).

Syafitri, Y., & Zuhri, M. (2022). Pengaruh Praktek Tabib Atau Dukun Terhadap Kehidupan Beragama:(Studi Kasus Di Desa Jambur Pulau Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai). Khazanah: Journal of Islamic Studies, 1–15.

Syarofi, A. (2022). Bentuk, Makna, dan Fungsi dalam Mantra Pengobatan Dukun di Kabupaten Lamongan (Kajian Etnolinguistik). Al Yazidiy Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 4(1), 99–109.

Togobu, D. M. (2019). Gambaran perilaku masyarakat adat Karampuang dalam mencari pengobatan dukun (Ma’sanro). J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(1), 16–32.

Widianti, S., Setyobudi, I., & Yuningsih, Y. (2021). Pengetahuan Dukun dan Praktik Pengobatannya (Kampung Kadu Nenggang, Desa Pasirhuni, Kabupaten Bandung). Jurnal Budaya Etnika, 5(2), 85–98.

Wilda, Z. (2023). Hadis Larangan Percaya Terhadap Dukun (Studi Analisis Sanad dan Matan). UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Downloads

Published

2025-10-12

How to Cite

Dukun di Tengah Umat: Studi Tentang Pandangan Masyarakat Simeulue Timur, Simeulue, Aceh. (2025). Al-I’tibar : Jurnal Pendidikan Islam, 12(3), 176-181. https://doi.org/10.30599/32tr0c82
  Abstract Views: 623 |   File Views: 413