Pengaruh Konflik Kerja-Keluarga dan Stress Kerja Terhadap Tenaga Pendidik Perempuan di Madrasah Aliyah Negeri Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.30599/yqqxrb85Keywords:
Konflik Kerja-Keluarga, Stress Kera, Kinerja Tenaga PendidikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konflik kerja-keluarga dan stres kerja terhadap kinerja tenaga pendidik perempuan di Madrasah Aliyah Negeri Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yang mana melibatkan 62 responden dari Madrasah Aliyah Negeri Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur persepsi terhadap konflik kerja-keluarga, stres kerja, dan kinerja, serta dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil uji t menunjukkan bahwa konflik kerja-keluarga (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja (Y), dengan nilai sig. 0,141 (>0,05) dan t hitung 1,494 (< t tabel 2,000). Sebaliknya, stres kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) dan t hitung 5,161 (> t tabel 2,000). Hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan konflik kerja-keluarga dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja tenaga pendidik, dengan nilai sig. 0,000 (<0,05) Temuan ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap manajemen stres kerja untuk meningkatkan kinerja pendidik. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi variabel lain seperti dukungan organisasi atau strategi coping dalam memperkuat pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kinerja tenaga pendidik.
References
Alfansyah Fathur, Elfirah Salviah, & Indahsari A. Sabora. (2022). Pengaruh Stres Kerja dan Konflik Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buol. MANABIS: Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 1(1), 71–82. https://doi.org/10.54259/manabis.v1i1.618
Allen, T. D., Herst, D. E. L., Bruck, C. S., & Sutton, M. (2000). Consequences Associated With Work-to-Family Conflict: A Review and Agenda for Future Research. Journal of Occupational Health Psychology, 5(September 2010), 278–308. https://doi.org/10.1037//1076-899B.5.2.278
Greenhaus, J. H., & Beutell, N. J. (1985). Sources of Conflict Between Work and Family Roles . Academy of Management Review, 10(1), 76–88. https://doi.org/10.5465/amr.1985.4277352
Idris, M. M., & Suhaeb, S. (2025). Dilema Multitasking dan Kinerja: Mengungkap Pengaruh Konflik Peran Ganda, Stres, dan Beban Kerja Karyawan Wanita melalui Lensa Lingkungan Kerja. Bongaya Journal of Research in Management Voumel, 8(2), 53–64. https://creativecommons.org/icenses/by-nc/4.0/
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2024). Organizational behavior. In Choice Reviews Online (Ed. 19, Vol. 43, Number 01). Pearson Education. https://doi.org/10.5860/choice.43-0421
Sieber, S. D. (1974). Toward a Theory of Role Accumulation. American Sociological Review, 39(4), 567. https://doi.org/10.2307/2094422
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. In Penerbit Alfabeta. Alfabeta.
Utami, T. N., Susilawati, & Ayu A, D. (2021). Manajemen Stress Kerja Suatu Pendekatan Integrasi Sains dan Islam -. In CV. Merdeka Kreasi Group. CV. Merdeka Kreasi Group.
Utaminingsih, A. (2017). Gender dan Wanita Karir. UB Press.
Wartono, T. (2017). Pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan (studi pada karyawan majalah moother and baby). KREATIF: Jurnal Ilmiah Prodi Manajemen, 4(2), 41–55. https://core.ac.uk/download/pdf/337609617.pdf
Zainal, H., & Ashar, A. I. D. (2023). Stres Kerja . PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mila Alvionita, Dr. Sohiron, M.Pd.I, Dr. H. Agustiar, M. Ag

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




