Simbol Alam dalam Legenda Asal Usul Danau Ranau(Kajian Ekokritik Sastra)
DOI:
https://doi.org/10.30599/2nzh5403Keywords:
Danau Ranau, Ekokritik Sastra, Legenda Lampung, Sastra Lisan, Simbol AlamAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji simbol alam dalam legenda Lampung Asal-Usul Danau Ranau melalui pendekatan ekokritik sastra. Legenda sebagai bagian dari sastra lisan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya dan ekologis yang mencerminkan hubungan antara manusia dan lingkungan. Namun demikian, kajian terhadap legenda Lampung selama ini lebih banyak berfokus pada aspek struktural dan nilai budaya, sementara analisis yang secara khusus menelaah simbol alam dalam perspektif ekokritik masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap teks legenda yang menjadi objek kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur alam seperti danau, gunung, air, dan lingkungan sekitar tidak hanya berfungsi sebagai latar cerita, tetapi juga sebagai simbol yang mengandung makna mendalam. Danau Ranau dimaknai sebagai simbol kekuatan alam sekaligus bentuk respons terhadap perilaku manusia, sedangkan gunung dan air merepresentasikan keseimbangan, kesucian, dan kekuatan spiritual. Dalam perspektif ekokritik, legenda ini memperlihatkan adanya kesadaran ekologis masyarakat Lampung yang menempatkan alam sebagai entitas yang harus dihormati dan dijaga. Dengan demikian, legenda Asal-Usul Danau Ranau tidak hanya merefleksikan nilai budaya, tetapi juga berperan sebagai media edukasi ekologis bagi masyarakat.
References
Buell, L. (2011). The Future of Environmental Criticism: Environmental Crisis and Literary Imagination. Oxford :Oxford University Press.
Clark, T. (2011). The Cambridge Introduction to Literature and the Environment. Cambridge: Cambridge University Press.
Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: CAPS (Center for Academic Publishing Service).
Garrard, G. (2012). Ecocriticism (2nd ed.). London: Routledge.
Nurgiyantoro, B. (2013). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ratna, N. K. (2011). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




