Makna Filosofis Lagu “Jiwa Yang Bersedih” Karya Ghea Indrawari (Kajian Semiotik Ferdinand De Sassure)
DOI:
https://doi.org/10.30599/xq670y25Keywords:
Ferdinand de Saussure, Filosofis, SemiotikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna filosofis dan spiritual pada lagu “Jiwa yang Bersedih” karya Ghea Indrawari dengan menggunakan pendekatan Semiotik Ferdinand de Saussure. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap bagaimana lirik dan melodi lagu merepresentasikan simbol-simbol religius yang berkaitan dengan hubungan manusia dan Tuhan dalam menghadapi kesedihan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Ferdinand de Sasussure. Data diperoleh melalui pengumpulan lirik lagu, mendengarkan lagu secara berulang, serta menganalisis lirik dan melodi berdasarkan konsep semiotik terdiri dari (signifier) dan petanda (signified). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu ini mengandung pesan religius yang kuat. Melalui lirik dan melodi yang menyentuh, lagu ini mampu menggambarkan kesedihan sebagai bagian dari perjalanan spiritual manusia, yang tidak hanya sebagai luapan emosi negatif, melainkan juga menjadi media refleksi, penguatan diri, dan penyerahan diri kepada Tuhan. Kesedihan dalam lagu ini direpresentasikan sebagai jalan untuk menemukan makna hidup, harapan, dan ketenangan batin. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa musik dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan spiritual kepada pendengarnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian semiotik dalam ranah musik dan memperkaya pemahaman terhadap nilai spiritualitas dalam karya seni.
References
Sobur, Alex. (2009). Psikologi Umum. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Djohan. (2003). Psikologi Musik. Yogyakarta: Buku Baik.
Evans, C.S. (2020). Kierkegaard and Spiritual Formation. Journal of Spiritual Formation & Soul Care 13 (2), 156-170
Hesmondhalgh, D. (2007). Introduction: Change and Continuity, Power and Creativity. The Cultural Industries, July, 1–25.
Hidayat, R. (2019). Analisis Semiotika Makna Motivasi pada Lirik Lagu “Laskar Pelangi” Karya Nidji. EJournal Ilmu Komunikasi, 2 (1), 243–258. http://www.fisip-unmul.ac.id
Iswari, F. M. (2015). Representasi Pesan Lingkungan dalam Lirik Lagu Surat untuk Tuhan Karya Group Musik “Kapital” (Analisis Semiotika). Journal Ilmu Komunikasi, 1, 254–268. https://ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2015/02/Jurnal Fajrina Melani Iswari (02-25-15-04-28-48).pdf
Krisnawati, D.(2021). Interferensi Bahasa Asing Terhadap Bahasa Indonesia dalam Novel Breathless Karya Yulia Ang. Stkip Pgri Pacitan, 1–6.
Nadler, S.(2024). Spinoza et le Christianisme by Henri Laux. Journal of the History of Philosophy, 62(4), 664-665.
Porter, S. L.(2020). Editorial Introduction to Issue 13: 2. Journal of Spiritual Formation and Soul Care, 13(2), 153–155. https://doi.org/10.1177/1939790920965277
Pranata, J. R., & Deni, I. F.(2024). Analisis Semiotika Makna Spiritual pada Lirik Lagu Jiwa Yang Bersedih Karya Ghea Indrawari. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 8 (1),127–140. https://doi.org/10.38043/jids.v8i1.5313
Sugiyono.(2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alpabeta.
Sujiono, & Anggita, D.(2024). Analisis Semiotika Nilai-Nilai Sosial Teori Semiotika Ferdinand De Saussure pada Novel “Hujan” Karya Tere Liye. NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa, 5 (2), 233–248. https://doi.org/10.53565/nivedana.v5i2.1122
Wong, P. T. P.(2019). Second Wave Positive Psychology’s (PP 2.0) Contribution to Counselling Psychology. Counselling Psychology Quarterly, 32 (3–4), 275–284. https://doi.org/10.1080/09515070.2019.1671320




