Representasi Gender di Lingkungan Pesantren dalam Novel Dua Barista Karya Najhaty Sharma

Authors

  • Mutia Sari Universitas Nurul Huda
  • Dedy Mardiansyah Universitas Nurul Huda

DOI:

https://doi.org/10.30599/spbs.v6i2.3839

Keywords:

Gender di Pesantren, Novel Dua Barista, Perempuan

Abstract

Novel Dua Barista karya Najhaty Sharma mengupas isu diskriminasi gender di lingkungan pesantren, baik di ranah privat maupun publik, dengan fokus pada pengalaman perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggambaran perempuan dalam teks tersebut menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metodologi mencakup pencatatan dan tinjauan pustaka, yang dilakukan setelah membaca dan membuat anotasi terhadap karya. Temuan menunjukkan bahwa sastra memiliki kapasitas untuk merepresentasikan perempuan sebagai protagonis yang menunjukkan ketahanan menghadapi tantangan dalam konteks keluarga dan budaya patriarki. Hasil analisis menunjukkan peran gender, di mana laki-laki dan perempuan di sektor publik memiliki representasi yang signifikan, dengan perempuan tampil lebih dominan baik di ranah domestik maupun publik. Selain itu, hubungan poligami dan monogami, menunjukkan bahwa meskipun laki-laki memiliki posisi yang kuat, perempuan dalam novel ini juga diperlihatkan memiliki dominasi dalam konteks yang berbeda. Novel Dua Barista mengeksplorasi dinamika gender yang kompleks di pesantren, menciptakan narasi yang menantang norma patriarki yang ada.

References

Afrizal. (2016). Metode Penelitian Kualitatif. Depok: Raja Grafindo Persada.

Aminuddin. (2018). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Erviana, A. (2021). Gender dalam Pesantren: Studi Konstruksi Sosial Gender dalam Tradisi Ndalem di Pesantren Darussalam Mekarsari Lampung. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Fiske, J. (2024). Cultural and Communication Studies. Yogyakarta: Jalasutra.

Keraf, G. (2005). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nugroho, M. W. (2022). Perspektif Mahasiswa Terhadap Literasi Digital di Aplikasi Instagram sebagai Media Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Literasi, 6(1), 26–35.

Nugroho, W. B. (2020). Sekilas “Representasi” Menurut Stuart Hall. Sanglah Institute.

Nurgiantoro, B. (2013). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Piliang, Y. A. (2023). Hipersemiotika Tafsir Cultural Studie Atas Matinya Makna. Yogyakarta: Jalasutra.

Puspitasari, A. C. D. D. (2017). Hubungan Kemampuan Berfikir Kreatif dengan Kemampuan Menulis Cerpen (Studi Korelasional pada Siswa SMAN 39 Jakarta). Jakarta: Jurnal SAP, 1(3), 249–258. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/mateandrau.v2i1.300

Samsudin. (2019). Buku Ajar Pembelajaran Kritik Sastra. Yogyakarta: Deepublish.

Sharma, N. (2020). Dua Barista. Jogjakarta: Telaga Aksara.

Sitorus, J. P. (2021). Sastra dalam Dunia Wawasan Kristen dan Dunia Digital. Malang: CV Evernity Fisher Media.

Smith, J. (2019). Dasar-dasar Teoritis dan Konspetual Psikologi Baru. Bandung: Nusa Media.

Udasmoro, W. (2020). Gerak Kuasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wicaksono, Andri. (2017). Pengkajian Prosa Fiksi. Yogyakarta: Garudhawaca.

Yunita, S. R., & Udasmoro, W. (2015). Gender dan Identitas dalam Sastra di Mata Remaja (Gender and Identity of Teenager in The Literature From Teens ’ Perspective). Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 28(2), 94–105.

Downloads

Published

2024-10-24
  Abstract Views: 383 |   File Views: 360