Analisis Kebutuhan Lingkungan Belajar IPA Terhadap Pemecahan Masalah Kognitif

Authors

  • Pramita Sylvia Dewi Universitas Lampung
  • Rosita Putri Rahmi Haerani Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.30599/jti.v15i2.2503

Keywords:

lingkungan belajar, pemecahan masalah kognitif, pembelajaran IPA

Abstract

Lingkungan belajar memiliki arti yang paling erat dengan proses interaksi belajar mengajar antara siswa dan guru, proses ini terus menerus dilakukan sehingga menciptakan suatu kondisi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk melalukan analisis kebutuhan pembelajaran IPA mengenai kondisi ideal terhadap pemecahan masalah kognitif, yang dicapai siswa khususnya dalam lingkungan belajar IPA. Penelitian ini diperlukan sebagai tahap awal dalam Research and Development (R&D), penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif menggunakan angket sebagai instrumen datanya. 63 siswa sekolah menengah sebagai subjek dalam peneltian ini ditinjau kebutuhannya yang tersaji dalam bentuk hasil persentase. Berdasarkan hasil analisis peneltiian ini memiliki keterhubungan yang terkait antara bagaimana teknologi sebagai kontekstual dari keterlibatan kognitif, pembelajaran berbasis learning context dan relevansi untuk berpikir kritis. Lebih lanjut, analisis kebutuhan ini memerlukan pola bagaimana perilaku siswa dapat teramati lebih spesifik agar meningkatkan pemenuhan belajar dalam blended learning.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akyol, Z., & Garrison, D. R. (2011). Understanding cognitive presence in an online and blended community of inquiry: Assessing outcomes and processes for deep approaches to learning. British Journal of Educational Technology, 42(2), 233–250. https://doi.org/10.1111/j.1467-8535.2009.01029.x

Amelia, D. (2022). Sintesis indikator lingkungan belajar konstruktivis sebagai instrumen evaluasi implementasi kurikulum ilmu pengetahuan alam. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(4), 5794–5803. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i4.3203.

Azevedo, R. (2018). Using hypermedia as a metacognitive tool for enhancing student learning? the role of self-regulated learning. In Educational Psychologist (pp. 199–209). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315866239-2

Bigatel, P. M., & Edel-Malizia, S. (2018). Using the “indicators of engaged learning online” framework to evaluate online course quality. TechTrends, 62(1), 58–70. https://doi.org/10.1007/s11528-017-0239-4

Dewi, P. S., Komikesari, H., Mahfud, A., & Kusumah, R. G. T. (2022). Students’ concept mastery with the web inquiry environment. Indonesian Journal of Science and Mathematics Education, 5(3), 309–317. https://doi.org/10.24042/ijsme.v5i3.13809

Dewi, P. S., Widodo, A., & Rochintaniawati, D. (2022). Development of indicators from mapping the blended learning environment in science education. 060022(December).

Dewi, P. S., Widodo, A., Rochintaniawati, D., & Prima, E. C. (2023). How far are students’ science thinking in inquiry learning? Indonesian Journal of Science and Mathematics Education, 06(1), 1–10. https://doi.org/10.24042/ijsme.v5i1.12809

Garrison, D. R. (2019). Online community of inquiry review: Social, cognitive, and teaching presence issues. Online Learning, 11(1), 61–72. https://doi.org/10.24059/olj.v11i1.1737

Herrington, J., & Oliver, R. (2000). An instructional design framework for authentic learning environments. Educational Technology Research and Development, 48(3), 23–48. https://doi.org/10.1007/BF02319856

Joni, T. R. (2016). Pembelajaran yang mendidik: Artikulasi konseptual, terapan kontekstual, dan verifikasi empirik. Jurnal Ilmu Pendidikan, 12(2), 1–37. https://doi.org/10.17977/jip.v12i2.72

Lee, J., Song, H. D., & Hong, A. J. (2019). Exploring factors, and indicators for measuring students’ sustainable engagement in e-learning. Sustainability (Switzerland), 11(4). https://doi.org/10.3390/su11040985

McKerlich, R., & Anderson, T. (2008). Community of Inquiry and Learning in Immersive Environments. Online Learning, 11(4), 35–52. https://doi.org/10.24059/olj.v11i4.22

Rahmania, S., & Royanto, L. (2021). Adaptasi alat ukur keterlibatan pembelajar daring pada mahasiswa di Indonesia. Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 6(2), 173–185. https://doi.org/10.17977/um039v6i12021p173

Shroff, R. H., Vogel, D. R., Coombes, J., & Lee, F. (2007). Student e-Learning intrinsic motivation: A Qualitative analysis. Communications of the Association for Information Systems, 19(1), 241–260. https://doi.org/10.17705/1cais.01912

Sinha, S., Rogat, T. K., Adams-Wiggins, K. R., & Hmelo-Silver, C. E. (2015). Collaborative group engagement in a computer-supported inquiry learning environment. International Journal of Computer-Supported Collaborative Learning, 10(3), 273–307. https://doi.org/10.1007/s11412-015-9218-y

Soebari, T. S., & Aldridge, J. M. (2015). Using student perceptions of the learning environment to evaluate the effectiveness of a teacher professional development programme. Learning Environments Research, 18(2), 163–178. https://doi.org/10.1007/s10984-015-9175-4

Solang, D. J. (2016). Latihan keterampilan intelektual dan kemampuan pemecahan masalah secara kreatif. Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(1), 35–42. https://doi.org//10.17977/jip.v15i1.9

Widodo, A. (2004). Constructivist-oriented lessons: The learning environments and the teaching sequences. Peter Lang.

Widodo, A. (2021). Pembelajaran ilmu pengetahuan alam: Dasar-dasar untuk praaktik. UPI Press.

Widodo, A., Maria, R. A., & Fitriani, A. (2016). Peranan praktikum riil dan praktikum virtual dalam membangun kreatifitas siswa. Jurnal Pengajaran MIPA, 21(1), 92–102. https://doi.org/10.18269/jpmipa.v21i1.670

Widodo, A., Maria, R. A., & Fitriani, A. (2017). Constructivist learning environment during virtual and real laboratory activities. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 9(1), 11. https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v9i1.7959

Downloads

Published

2023-07-23

How to Cite

Pramita Sylvia Dewi, & Rosita Putri Rahmi Haerani. (2023). Analisis Kebutuhan Lingkungan Belajar IPA Terhadap Pemecahan Masalah Kognitif. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 15(2), 97–102. https://doi.org/10.30599/jti.v15i2.2503
Abstract Views: 159 | File Views: 174