Unsur Intrinsik dan Representasi Trauma Sejarah 1965 dalam Kumpulan Cerpen Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali Karya Puthut EA: Kajian Struktural
DOI:
https://doi.org/10.30599/33sbx629Keywords:
Cerpen, Kajian Struktural, Puthut EA, Trauma Sejarah, Unsur IntrinsikAbstract
Kumpulan cerpen Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali karya Puthut EA mengangkat ketidakadilan sosial dan stigma politik pascatragedi 1965, tetapi kajian terdahulu baru menyoroti psikologi tokoh dan kritik sosialnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur intrinsik, yaitu tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat, serta keterkaitannya dalam membangun makna kelima belas cerpen. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen yang beragam, mulai dari kisah keluarga, persahabatan, hingga kehidupan sehari-hari, bermuara pada tema ketidakadilan sosial dan trauma sejarah 1965–1966. Alur disajikan secara maju, mundur, dan campuran. Seluruh cerpen dituturkan dari sudut pandang orang pertama dengan gaya bahasa sederhana berupa narasi dan dialog yang diperkaya personifikasi, metafora, dan hiperbola. Amanatnya secara konsisten mengajak pembaca bersikap adil, toleran, dan tidak menghakimi tanpa bukti yang jelas. Temuan ini menunjukkan bahwa unsur-unsur intrinsik bekerja sebagai satu sistem terpadu dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra.
References
Alfira, F., Syam, C., & Seli, S. (2013). Psikologi Tokoh Utama pada Kumpulan Cerpen Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali Karya Puthut EA. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 2(9).
Aminuddin. (2009). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Jasril, & Asmawati. (2025). Representasi Tragedi Gerakan 30 September 1965 dalam Novel Kubah dan Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(9). https://aksara.unbari.ac.id/index.php/aksara/article/download/1011/308
Jati, G. P. (2020). Transmisi Memori dan Wacana Rekonsiliasi dalam Cerpen “Perempuan Sinting di Dapur” Karya Ugoran Prasad: Kajian Postmemory. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 9(1), 28–42. https://doi.org/10.26499/jentera.v9i1.2265
Moleong, l. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurgiyantoro, B. (2013). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Puthut, E. A. (2016). Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali. Yogyakarta: Buku Mojok.
Shiekha, S. D., & Endrayanto, N. (2025). Collective Memory and Ethnic Discrimination in Soe Tjen Marching’s Dari Dalam Kubur: A Genetic Structuralism Analysis. EnJourMe (English Journal of Merdeka): Culture, Language, and Teaching of English, 10(2), 227–242. https://doi.org/10.26905/enjourme.v10i2.16474
Stanton, R. (2007). Teori Fiksi (Sugihastuti & R. A. Al Irsyad, Penerj.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wenda, R., Fitriani, & Arni. (2023). Kritik sosial dalam kumpulan Cerpen Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali karya Puthut EA. SOSIO RELIGI: Jurnal Kajian Pendidikan Umum, 21(1), 31–40. https://ejournal.upi.edu/index.php/SosioReligi/article/download/62810/24097




