Kosmologi Budaya Lampung dalam Metafora Puisi Penyair Lampung
DOI:
https://doi.org/10.30599/rjd6k540Keywords:
Etnostilistika, Kearifan Lokal, Kosmologi Budaya, Metafora Simbolik, Puisi LampungAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan metafora simbolik serta mengungkap kosmologi budaya Lampung yang direpresentasikan dalam puisi penyair Lampung kontemporer. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnostilistika. Data penelitian berupa larik-larik puisi yang mengandung metafora simbolik dalam dua belas puisi karya penyair Lampung kontemporer. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora simbolik merepresentasikan kosmologi budaya Lampung melalui empat pola utama, yaitu relasi manusia dengan ruang dan identitas budaya, relasi manusia dengan alam, relasi manusia dengan nilai spiritual, serta relasi manusia dengan sejarah dan memori kolektif. Simbol-simbol budaya seperti tanah, sungai, laut, hutan, cahaya, dan rumah adat tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetik, tetapi juga merepresentasikan sistem pengetahuan, nilai, dan pandangan hidup masyarakat Lampung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa metafora simbolik dalam puisi berperan sebagai media pewarisan budaya, penguatan identitas kolektif, dan pelestarian kearifan lokal. Dengan demikian, puisi menjadi sarana penting dalam merepresentasikan hubungan harmonis antara manusia, alam, budaya, dan spiritualitas dalam kosmologi masyarakat Lampung.
References
Burke. (2014). The Routledge Handbook Of Stylistics. London: Routledge.
Creswell, & Poth. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). California: SAGE Publications.
Descola. (2014). Beyond Nature and Culture (J. Lloyd, Trans.). Chicago: The University of Chicago Press.
Duranti. (2009). Linguistic Anthropology: A Reader (2nd ed.). Malden: Wiley-Blackwell.
Erwin. (2018). Perawi Tanpa Rumah. Bandar Lampung: Lampung Literature.
Geertz. (2017). The Interpretation Of Cultures (3rd ed.). New York: Basic Books.
Gibbs. (2017). Metaphor Wars: Conceptual Metaphors In Human Life. New York: Cambridge University Press.
Hymes, D. (2003). Now I Know Only So Far: Essays In Ethnopoetics. Lincoln: University of Nebraska Press.
Ingold, T. (2018). Anthropology: Why It Matters. Cambridge: Polity Press.
Isbedy, S. Z. (2022). Nuwo Badik dari Percakapan dan Perjalanan. Bandar Lampung: Siger Publisher.
Jeffries, L., & McIntyre, D. (2018). Stylistics (2nd ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511762949
Kertagama, E. S. (2024). Antologi Arutula. Bandar: Lampung: Lampung Literature.
Kövecses, Z. (2015). Where Metaphors Come From: Reconsidering Context in Metaphor. Oxford: Oxford University Press.
Lakoff, G., & Johnson, M. (2003). Metaphors We Live By (2nd ed.). Chicago: University of Chicago Press.
Leech, G. N., & Short, M. H. (2007). Style in Fiction: A linguistic Introduction To English Fictional Prose (2nd ed.). Harlow: Pearson Longman.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). California: SAGE Publications.
Pratama, I. (2008). Gema Secuil Batu. Bandar Lampung: AKAR Indonesia.
Ratna, N. K. (2015). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Semino, E. (2008). Metaphor in Discourse. Cambridge: Cambridge University Press.
Siswanto, E., Fernanda, F. E., Diana, S. M., Halim, A., & Hidayat, K. (2026). Sosialisasi Nilai Budaya Lampung (Pi’il Pesenggiri) Bagi Masyarakat Transmigrasi di Desa Bagelen. BUGUH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3), 1–8. https://doi.org/10.23960/buguh.v6n03.3515
Stockwell, P. (2020). Cognitive Poetics: An Introduction (2nd ed.). London: Routledge.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif (Edisi revisi). Bandung: Alfabeta.




