Kritik Sastra Objektif Terhadap Kumpulan Cerpen Membunuh Orang Gila Karya Sapardi Djoko Damono

Authors

  • Walijah Walijah Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  • Septika Andrea Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  • Dwi Fitriyani Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  • Ani Diana Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung

DOI:

https://doi.org/10.30599/spbs.v6i1.3131

Keywords:

Cerpen, Membunuh Orang Gila, Sapardi Djoko Damono

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kritik sastra objektif terhadap kumpulan cerpen Membunuh Orang Gila karya Saparadi Djoko Damono. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan objektif.  Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif. Kumpulan cerpen Membunuh Orang Gila karya Sapardi Djoko Damono merupakan cerita pendek yang memuat kisah unik, menarik, dan memiliki makna yang tersirat. Kumpulan cerpen ini terdiri dari 10 cerpen yang masing-masing memiliki tema yang berbeda-beda. Dalam penelitian ini peneliti hanya mengambil 5 cerpen dalam kumpulan cerpen Membunuh Orang Gila karya Sapardi Djoko Damono. Cerpen tersebut di antaranya, Hikayat Ken Arok, Bingkisan Lebaran, Dongeng Kancil, Membunuh Orang Gila, dan Batu di Pekarangan Rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur intrinsik dalam kumpulan cerpen Membunuh Orang Gila karya sapardi Djoko Damono. Hasil penelitian ini ditemukan unsur intrinsik yaitu tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, gaya bahasa, dan amanat. Tema yang diangkat kumpulan cerpen tersebut mencakup perjuangan dan pengorbanan, kehidupan sehari-hari, kecerdikan, serta refleksi tentang reformasi dan penyesalan. Latar tempat dan suasana seperti desa, kota besar, hutan, rumah sakit, kuburan, dan kantor polisi, dengan suasana yang berkisar antara tegang, sedih, dan haru. Alur cerita didominasi oleh alur maju (lurus), meskipun ada beberapa bagian dengan alur campuran yang menghadirkan peristiwa masa lalu dan masa kini. Tokoh-tokoh dalam cerita memperlihatkan karakteristik yang beragam, dari tokoh licik seperti Ken Arok hingga tokoh pekerja keras seperti ibu dalam Bingkisan Lebaran. Gaya bahasa dalam cerpen meliputi metafora, personifikasi, dan simbolik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kasmawati, K. 2022. Kritik Sastra dengan Pendekatan Pragmatik pada Cerpen Malaikat Juga Tahu Karya Dewi Lestari. DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial, 3(2), 253–261. https://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/245

Kiptiyah, M. 2015. Cerpen Perempuan Pala Karya Azhari: Pendekatan Mimetik. DIALEKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Matematika, 1(1), 12–22. http://journal.fkip-unilaki. ac.id/index.php/DIA/article/view/2

Nimpuno, M. A. 2018. Analisis Unsur Intrinsik dan Nilai-Nilai Yang Terkandung dalam Cerpen Mirror, Mirror On The Wall Karya Dewi Lestari. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 13(3), 452–459. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/nusa/article/view/20584

Permadi, S. B. 2021. Kritik Objektif dalam Teks Fabel Bse Terbitan Kemendikbud Edisi Revisi 2017. FKIP E-Proceeding, 1(1), 281–292. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/fkip-epro/article/ view/24348

Samsudin, S. 2019. Buku Ajar Pembelajaran Kritik Sastra. Yogyakarta: Deepublish.

Sehandi, Y. 2014. Mengenal 25 Teori Sastra. Yogyakarta: Ombak.

Teeuw, A. 2013. Modern Indonesian Literature. London: Springer Science & Business Media.

Umamy, E. 2021. Analisis Kritik Sastra Cerpen Seragam Karya Aris Kurniawan Basuki: Kajian Mimetik. DIKLASTRI: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, Linguistik, Bahasa Indonesia, dan Sastra Indonesia, 1(2), 92–103. https://jurnal.stkippgritrenggalek.ac.id/index.php/diklastri /article/view/147

Yudiono, K. S. 2009. Pengkajian Kritik Sastra Indonesia. Jakarta: Grasindo.

Downloads

Published

2024-04-17
Abstract Views: 142 | File Views: 211