Makna Konotatif dan Denotatif dalam Gelar Wicara Liputan 6 Point Of View

Authors

  • Rica Artica sari Universitas Nurul Huda
  • Sugiarti Sugiarti Universitas Nurul Huda
  • Shakti Abdillah Pratama Universitas Nurul Huda

DOI:

https://doi.org/10.30599/spbs.v6i1.2857

Keywords:

Gelar Wicara, Konotasi dan Denotasi, Semantik

Abstract

Era digitalisasi saat ini, penting untuk memastikan bahwa pesan yang disampaikan oleh tokoh-tokoh terkenal dalam berbagai bidang seperti politik, kebudayaan, dan publik figur dapat dipahami dengan jelas oleh masyarakat yang belum terbiasa dengan makna tersirat atau pesan yang disampaikan secara tidak langsung. Untuk mengulik makna dalam gelar wicara Liputan 6 Point of View maka peneliti menggunakan analisis makna konotatif dan denotatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk representasi makna konotatif dan denotatif dalam gelar wicara Liputan 6 Point of View. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini mengkaji makna konotatif dan denotatif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat dari sumber data gelar wicara Liputan 6 Point of View. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, data display, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 36 makna konotasi dan denotasi dalam gelar wicara Liputan 6 Point of View antara lain: (1) 9 data makna konotasi tinggi yaitu kata karpet merah, berpayung, ketuk pintu hatimu, (2) 5 data makna konotasi ramah yaitu kata narsis, lengser, beliau, (3) 1 data makna konotasi berbahaya yaitu ramalan, (4) 3 data makna konotasi tidak pantas yaitu kata matamu, mati, kadal gurun, (5) 7 data makna konotasi tidak enak yaitu kata teror, benci, lambe turah, (6) 7 data makna konotasi kasar yaitu kata gebukin, cocotnya, miskin, (7) 3 data makna konotasi keras yaitu kata sengsara, haram- haramkan, perangnya, (8) 1 data makna konotasi kanak-kanak yaitu kata mama. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chaer, A. 2013. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Rineka Cipta.

Febriani, S., & Emidar, E. 2020. Gaya Bahasa Retoris dan Kiasan Najwa Shihab dalam Gelar Wicara Mata Najwa di TRANS7. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(3), 408-414.

Moleong, J. L. 2012. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Muhtadi, A. S. 2020. Pengantar Ilmu Jurnalistik. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Saifullah, R. A. 2018. Semantik dan Dinamika Pergulatan Makna. Bandung: Bumi Aksara.

Tarigan, H. G. 2009. Pengajaran Semantik. Bandung: Angkasa.

Wekke, S. I. 2019. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Yogyakarta: CV Adi Karya Mandiri.

Yanda, P. D. (2017). Pengantar Kajian Semantik. Yogyakarta: CV Budi Utama .

Downloads

Published

2024-04-17
Abstract Views: 122 | File Views: 180