Respon Benih Padi terhadap Priming Selenium dalam Kondisi Cekaman Terendam pada Fase Awal Pertumbuhan

Authors

  • Muhardianto Cahya Universitas Sriwijaya
  • Lya Nailatul Fadilah Program Studi Agroekoteknologi, Universitas Sriwijaya
  • Fikri Adriansyah Program Studi Agronomi, Universitas Sriwijaya
  • Fitri Ramadhani Program Studi Agronomi, Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.30599/7xs79b04

Keywords:

: Selenium, Inpari 30, Submergence Stress

Abstract

Budidaya padi di lahan pasang surut Sumatera Selatan biasanya dilakukan dengan sistem tabela. Benih akan rentan terendam sebelum tumbuh, sehingga perlu dilakukan perlakuan untuk meningkatkan vigor benih. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan toleransi benih padi pada cekaman terendam dengan priming Selenium. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2018 di bak penampungan air Fakultas Universitas Sriwijaya, Inderalaya. Varietas padi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Inpari 30. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, yang masing-masing perlakuan terdiri dari 3 kali ulangan, sehingga terdapat 15 satuan percobaan. Perlakuan yang diberikan yaitu tanpa priming+tanpa terendam, tanpa priming+terendam, priming+terendam dengan konsentrasi 30, 60 dan 90 µmolL-1 dan ditanam pada kondisi cekaman terendam. Penelitian ini mengamati vigor benih, panjang tajuk, panjang akar, jumlah daun,  rasio tajuk akar dan klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian selenium priming dengan 60 µmolL-1 dapat meningkatkan toleransi semai padi pada kondisi cekaman genangan sebagaimana ditunjukkan pada semua variabel. Pemberian selenium priming dengan 90 µmolL-1 dapat menjadi toksik pada kondisi cekaman genangan dan dapat mempengaruhi keterlambatan respon pada 14 HST dan 21 HST.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Germ, M., Stibilj, V., & Kreft, I. (2007). Metabolic Importance of Selenium for Plants. Eur J Plant Sci Biotechnol, 1.

Hussain, S., Yin, H., Peng, S., Khan, F. A., Khan, F., Sameeullah, M., Hussain, H. A., Huang, J., Cui, K., & Nie, L. (2016). Comparative Transcriptional Profiling of Primed and Non-primed Rice Seedlings under Submergence Stress. Frontiers in Plant Science, Volume 7-2016. https://doi.org/10.3389/fpls.2016.01125

Khaliq, A., Aslam, F., Matloob, A., Hussain, S., Wahid, A., & Rehman, H. (2015). Seed Priming With Selenium: Consequences for Emergence, Seedling Growth and Biochemical Attributes of Rice. Biological Trace Element Research, 166. https://doi.org/10.1007/s12011-015-0260-4

Kriswantoro, H., Safriyani, E., Purwaningsih, & Herlinda, dan S. (2018). Karakteristik Agronomis Tiga Varietas Padi (Oryza sativa L.) pada Dua Sistem Tanam Benih di Lahan Pasang Surut. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 46(2), 140–144. https://doi.org/10.24831/jai.v46i2.15781

Lutts, S., Benincasa, P., Wojtyla, L., S, S. K., Pace, R., Lechowska, K., Quinet, M., & Malgorzata Garnczarska. (2016). Seed Priming: New Comprehensive Approaches for an Old Empirical Technique. In S. Araujo & A. Balestrazzi (Eds.), New Challenges in Seed Biology. IntechOpen. https://doi.org/10.5772/64420

Lynch, J., Marschner, P., & Rengel, Z. (2012). Chapter 13 - Effect of Internal and External Factors on Root Growth and Development. In P. Marschner (Ed.), Marschner’s Mineral Nutrition of Higher Plants (Third Edition) (Third Edition, pp. 331–346). Academic Press. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/B978-0-12-384905-2.00013-3

Nurrahma, A. H. I., Junaedi, A., Purnamawati, H., & Sakagami, J.-I. (2017). Rice Root Distribution of Four Rice Varieties to Different Depth of Submergence. AGRIVITA Journal of Agricultural Science., 39, 119–127. https://doi.org/10.17503/agrivita.v39i2.949

Parent, C., Capelli, N., Berger, A., Crevècoeur, M., & Dat, J. (2008). An Overview of Plant Responses to Soil Waterlogging. Plant Stress, 2.

Santhiawan, P., & Suwardike, D. P. (2019). ADAPTASI PADI SAWAH (Oryza sativa L.) TERHADAP PENINGKATAN KELEBIHAN AIR SEBAGAI DAMPAK PEMANASAN GLOBAL. In Agricultural Journal (Vol. 2, Issue 2). http://www.indonesia-

Suwignyo, R. A., Wijaya, A., Sihombing, H., & Gribaldi, G. (2012). Modifikasi Aplikasi Unsur Hara untuk Perbaikan Vigorasi Bibit Padi dalam Cekaman Terendam. Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands, 1(1). https://doi.org/10.33230/JLSO.1.1.2012.2

Tjolleng, F., Siahaan, P., & Nio, S. (2019). Kandungan Klorofil Total Daun Pada Padi Lokal Sulawesi Utara Yang Mengalami Cekaman Banjir. Jurnal MIPA, 8, 51. https://doi.org/10.35799/jm.8.2.2019.23516

Downloads

Published

2025-07-27

How to Cite

Respon Benih Padi terhadap Priming Selenium dalam Kondisi Cekaman Terendam pada Fase Awal Pertumbuhan. (2025). Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 17(02), 75-84. https://doi.org/10.30599/7xs79b04
  Abstract Views: 484 |   File Views: 335